9 Tips Lolos Tes Wawancara Di Suatu Perusahaan

Tips Lolos Tes Wawancara Di Suatu Perusahaan. - Pernahkah kalian lihat seseorang yang sedang melamar pekerjaan di suatu perusahaan? Dan bagaimanakah penampilan mereka?. Ya, tentu saja mereka berpakaian rapi, itu salah satu modal berhasil untuk kalian dalam tes wawancara pada saat kalian melamar pekerjaan di suatu perusahaan, apalagi melamar pekerjaan di perusahaan yang sudah memiliki nama (kondang). Saya sendiripun sudah beberapa kali mengikuti tes wawancara yang membuat saya memiliki pengalaman yang cukup banyak dalam hal ini.

Jujur saja, saya dulu pernah tidak lolos seleksi pada saat tes wawancara, entah kenapa, mungkin karena saya gugup, mungkin karena saya tidak terlihat menarik, atau yang lainnya, yang jelas disini perlu saya sampaikan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi kalian semua pada saat mengikuti tes wawancara di suatu perusahaan. 

Saya akhirnya mengetahui apa-apa saja yang harus dilakukan mulai dari persiapan sampai pada saat hari-H ketika kalian mengikuti tes wawancara, yang mana ini membuat saya akhirnya diterima untuk bekerja di salah satu Universitas terkemuka di Indonesia sebagai Web Administrator yang mana bidang website itu BUKAN merupakan dasar keahlian saya tetapi akhirnya bidang inilah yang membuat saya untuk terus maju dan mencapai kesuksesan.

 

Tips Lolos Tes Wawancara Di Suatu Perusahaan

1. Niat dan Berdoa

Kalian tentu saja tidak bisa meninggalkan yang satu ini, jika kalian ingin memperoleh penghasilan dengan bekerja di suatu perusahaan, kalian memang harus niat terlebih dahulu, semangat dan keinginan kalian untuk bekerja akan mempengaruhi mental kalian dalam memperoleh pekerjaan dan kinerja kalian jika kalian diterima di suatu perusahaan yang kalian kehendaki.

Setelah kalian benar-benar niat, jangan lupa untuk berdoa. Berdoa kepada Tuhan YME agar kalian bisa diterima bekerja di suatu perusahaan yang dikehendaki dan bisa memperoleh jabatan atau pekerjaan yang kalian inginkan.


2. Berpakaian yang rapi

Sebelum kalian mengikuti tes wawancara, pihak perusahaanpun sudah melihat dan mengetahui karakter kalian dari cara kalian berpakaian. Orang yang berpakaian cenderung seenaknya pada saat tes wawancara akan langsung dicoret dari daftar pelamar di perusahaan itu, kecuali jika dia mendapat keajaiban dan keberuntungan bisa diterima.

Pakaian yang cocok untuk kalian pada saat mengikuti tes wawancara adalah dengan menggunakan kemeja yang sudah di setrika rapi, dan diusahakan berlengan panjang, serta memiliki warna yang cerah namun tidak terlalu mencolok, kalian bisa menggunakan kemeja yang berwarna biru muda agar terlihat professional, atau putih. Lalu menggunakan celana panjang berwarna hitam, jangan menggunakan celana jeans.

Jangan sekali-kali melipat lengan kemeja kalian, karena itu sudah menunjukkan bahwa kalian tidak niat mengikuti tes wawancara, dan kalianpun sudah mendapat nilai minus secara otomatis.

Memakai sepatu berwarna hitam, kalian jangan sampai memakai sepatu seperti kalian ingin pergi ke mall atau ke pantai, pakailah sepatu yang casual (sepatu yang biasa digunakan oleh pegawai-pegawai kantor). Kalau kalian tidak punya, bisa meminjam teman atau membelinya.

Selain berpakaian rapi, rambut kalian juga tidak boleh panjang atau gondrong (bagi laki-laki), cukurlah rambut kalian yang rapi, memakai parfum (jangan memakai parfum yang sangat mencolok baunya, gunakanlah parfum yang wanginya segar/fresh/maskulin).


3. Jangan datang terlambat

Seringkali banyak pelamar-pelamar pekerjaan yang mengikuti budaya ngaret ala Indonesia. Kalian seperti itu sudah dapat nilai minus. Datanglah selambat-lambatnya 15 menit sebelum tes wawancara dimulai, misalnya tes wawancara dimulai jam 10 pagi, kalian diusahakan datang sebelum jam 9.45 atau kalau bisa jam 9.30 sudah datang.


4. Bersikap ramah dan sopan

Meskipun kalian memiliki karakter yang bisa dibilang biasa-biasa saja, atau ada yang karakternya keras, pada saat tes wawancara coba dipaksakan untuk bersikap ramah dan sopan, bertutur kata yang halus, tidak berbicara terlalu keras (dalam bahasa jawa ‘mbengok-mbengok’). Perusahaan juga akan menilai kalian dari bicara dan gaya bahasa kalian, gunakanlah Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sesuai dengan EYD, berbicara yang baku (jangan seperti ini: ‘Gini, pak. Gue itu sebetulnya pengen banget kerja disini, tapi gue maunya digaji gedhe’), yang seperti ini tidak usah panjang lebar dan basa-basi kalian pasti sudah langsung disuruh keluar (dari gedung perusahaan).


5. Be Confident! (Percaya Diri)

Percaya dirilah, anggap kalian merasa lebih baik dari pelamar kerja yang lainnya, otak manusia membaca dan mengerti seseorang itu dari 7% perkataan dan 93% Bahasa Tubuh. Bahasa tubuh kita sangat mempengaruhi, jangan sampai kalian disana terlihat gugup dan ‘deg-deg an‘ meskipun kalian sudah berpakaian rapi. Bersikaplah kalian seolah-olah kalian itu sudah professional meskipun kalian belum tahu apa-apa, karena dengan begitu pelamar-pelamar kerja yang lain yang melihat kalian itu akan merasa takut atau merasa bahwa kalian itu pesaing terberatnya sehingga akan menurunkan mental mereka, yang mana peluang kalian diterima kerja di suatu perusahaan itu terbuka lebar.

Sebaliknya, jika kalian melihat pesaing kalian terlihat professional, atau terlihat dia lebih baik dari yang lain, kalian tidak perlu khawatirkan, bisa jadi dia membaca tulisan saya yang diatas ini. Jadi belum tentu dia lebih baik dari kalian, yang penting tetap percaya pada diri sendiri.


6. Mengetuk pintu sebelum masuk dan jangan duduk sebelum dipersilakan duduk

Ini yang sering tidak diperhatikan oleh pelamar pekerjaan, mereka kalau masuk ya ‘nyelonong‘ masuk saja dan langsung duduk dikursi tanpa menunggu disuruh, memang ini terlihat mandiri, punya inisiatif untuk mengambil tindakan, tapi tindakan ini akan membuat kalian tidak akan bisa diterima di perusahaan itu.

Sebelum masuk, ada baiknya kalian mengetuk pintu terlebih dahulu sambil mengatakan “Permisi” atau mengucapkan salam, setelah dipersilakan untuk masuk barulah kalian masuk, JANGAN LUPA untuk MENUTUP PINTU kembali, tutup dengan perlahan dan jangan asal main tinggal saja.

Setelah masuk, jangan duduk sebelum dipersilakan untuk duduk, jika si pewawancara hanya diam saja (tidak mempersilakan kalian untuk duduk), kalian bisa bertanya kepada mereka, “Maaf pak/bu, bolehkah saya duduk?”. Jika dipersilakan, barulah kalian duduk. Posisi duduknya harus yang sopan, jangan disamakan duduk di angkringan, dan diusahakan badan kita tegak.


7. Pintar-pintarlah dalam menjawab

Pintar-pintarlah dalam menjawab setiap pertanyaan yang disampaikan oleh pewawancara. Kalian menjawab jangan kelewatan bohong (misalnya kalian belum mengerti apa-apa tentang komputer, tapi kalian bilang ke mereka bahwa kalian menguasai komputer dan internet, juga bahasa pemrograman seperti, HTML, CSS, MySQL, Ruby on Rails, Java, Phyton, C++, kalian juga bilang bahwa kalian bisa maintenance server, dll.,dsb.) itu justru akan membuat kalian mati langkah, ketika kalian diterima lalu kalian disuruh oleh perusahaan melakukan sesuatu yang kalian bilang tadi, ternyata kalian TIDAK BISA?, perusahaan pasti akan langsung menaruh image jelek pada kalian kecuali kalian memaksakan diri untuk bisa menguasai apa yang kalian katakan. Jawablah dengan jujur sesuai dengan keadaan kalian.

Disamping jangan kelewatan bohong, kalian juga jangan berkata kelewatan jujur (misalnya kalian mengatakan bahwa kalian itu selalu mendapat nilai jelek waktu ulangan semasa sekolah, sering bolos, dll.) yang seperti itu sangat tidak perlu dikatakan.

Katakanlah apa yang kalian miliki, bakat dan skill apa yang kalian punya, kalian bisa apa, apa yang bisa kalian lakukan untuk perusahaan itu, mampukah kalian melakukan apa yang diminta oleh perusahaan. Perlu diperhatikan bahwa belum tentu prestasi-prestasi yang kalian dapatkan itu akan diperhitungkan oleh perusahaan, memang itu juga menjadi salah satu peluang kalian untuk bisa lolos tes wawancara, tetapi yang sebenarnya adalah terletak pada bagaimana kita berbicara dan bersikap, percuma kalian memiliki segudang prestasi tapi perkataan dan sikap kalian seenaknya. Ingat!


8. Jangan berpikir terlalu lama

Ada saatnya kalian diberi pertanyaan yang mungkin kalian merasa kesulitan dalam menjawab, contohnya bila kalian diberi pertanyaan mengapa kalian ingin melamar kerja disini?, apa yang kalian bisa lakukan untuk perusahaan ini?, segera jawab, to-the-point saja, “Saya ingin melamar kerja diperusahaan ini karena saya melihat potensi perusahaan ini untuk bisa berkembang dengan cepat dan saya juga akan mengerahkan kemampuan, bakat, dan minat saya untuk bisa membuat perusahaan ini semakin maju” (titik). 

Setelah menjawab, beri senyuman kepada pewawancara. Tersenyum itu membuat kita tampak ceria dan bersemangat ingin bekerja di perusahaan itu sehigga mereka akan mempertimbangkan kalian untuk bisa bekerja di perusahaan mereka.

Intinya jangan berpikir terlalu lama dalam menjawab setiap pertanyaan yang disampaikan, itu sebabnya kalian harus benar-benar mempersiapkan diri. Berlatih di rumah seolah-olah didepan kalian itu ada si pewawancara yang sedang mewawancarai kalian. Kalau kalian bingung menjawab apa pada saat latihan, tanyakan pada orang yang berpengalaman dalam hal ini, tanya kepada dia bahwa kalian itu harus menjawab apa pada saat diwawancarai nanti.


9. Hindari berkata ‘Ummm…‘

Hampir sama dengan yang nomor 8. Ini sama saja kalian berpikir terlalu lama dan memperlihatkan bahwa kalian tidak bisa, segera jawablah setiap pertanyaan yang diajukan. Ini menjadi poin penting bagi kalian yang ingin melamar kerja di suatu perusahaan. Jika kalian merasa kesulitan dalam menjawab, berilah pewawancara itu dengan senyuman sambil kalian berpikir apa yang akan kalian jawab, itu akan lebih baik.

Jika kalian mengikuti semua yang saya sampaikan tadi diatas, dipastikan 80% kalian diterima di perusahaan yang kalian kehendaki, tergantung dari kebutuhan perusahaan itu. InsyaAllah.


You may like these posts